Perancangan Pengukuran Kinerja Menggunakan Performance Prism Dan Scoring Omax (Objective Matrix) Pada Sektor Umkm (Studi Kasus Kluster Umkm Batik Tanjung Bumi Bangkalan-Madura)

Hariyanto, Krisnadhi and Riyanto, Ong Andre Wahyu (2018) Perancangan Pengukuran Kinerja Menggunakan Performance Prism Dan Scoring Omax (Objective Matrix) Pada Sektor Umkm (Studi Kasus Kluster Umkm Batik Tanjung Bumi Bangkalan-Madura). In: PROSIDING SEMINAR NASIONAL ” Peningkatan Kapasitas Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Menuju Revolusi Industri 4.0”, 29 September 2018, Tuban.

[img]
Preview
Text (Perancangan Pengukuran Kinerja Menggunakan Performance Prism Dan Scoring Omax (Objective Matrix) Pada Sektor Umkm (Studi Kasus Kluster Umkm Batik Tanjung Bumi Bangkalan-Madura))
7-PERANCANGAN PENGUKURAN KINERJA MENGGUNAKAN PERFORMANCE PRISM DAN SCORING OMAX PADA SEKTOR UMKM (2).pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Hasil Plagiarisme)
7-PERANCANGAN PENGUKURAN KINERJA MENGGUNAKAN PERFORMANCE PRISM DAN SCORING OMAX_17_.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perkembangan dunia usaha yang semakin ketat mengakibatkan pengukuran kinerja sangat diperlukan untuk melakukan evaluasi dan perusahaan atau UMKM di Indonesia yang telah ada. Salah satunya adalah UMKM batik Tanjung Bumi di Kabupaten Bangkalan – Madura yang tidak pernah melakukan penilaian terhadap kinerja bisnisnya. Dilihat dari prosentase tingkat produksi batik yang tidak memenuhi target yang telah ditetapkan dan penelitian ini bertujuan agar pengukurannya bisa berintegrasi dan mampu memberikan dampak yang positif dari penilaian kinerja karyawan. Model performance prism dianggap paling tepat digunakan untuk mengukur kinerja karena aspek yang diukur itu berdasarkan identifikasi kebutuhan dan kontribusi stakeholder. Secara keseluruhan bisa didapat indicator kinerja berupa kriteria strategi, proses dan kapabilitas yang nantinya dijadikan tolok ukur perbaikan kinerja. Pengukuran kinerjanya didapatkan nilai bobot pencapaian kinerja tertinggi adalah 0,875 yaitu KPI I1 (merencanakan pengembangan strategis) dan nilai KPI Q1 sebesar 0,875 (membayar retribusi sesuai aturan), pencapaian KPI yang terendah dengan nilai sebesar 0,08431 yaitu KPI G2 untuk informasi fasilitas rinci. Kriteria KPI strategi memiliki pencapaian performansi sebesar 6,7322, kriteria KPI process memiliki pencapaian performansi sebesar 6,1349, dan kriteria KPI capability memiliki pencapaian performansi sebesar 7,665. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian nilai performansi KPI proses masih belum optimal jika dibandingkan dengan nilai performansi KPI capability yang merupakan nilai terbesar dengan nilai 7,665. Nilai bobot terbesar tersebut dihasilkan oleh stakeholder customer pada KPI proses berupa pengembangan paket diskon, informasi fasilitas rinci dan kartu kredit.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: AHP, Objective Matrix, Performance Prism, Pengukuran Kinerja
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Prosiding
Depositing User: Mochamad Danny Rochman, A. Md
Date Deposited: 22 Apr 2022 06:56
Last Modified: 22 Apr 2022 07:14
URI: http://eprints.uwp.ac.id/id/eprint/3414

Actions (login required)

View Item View Item